Mengenal Istilah Tutup Buku dan Fungsinya

Mengenal Istilah Tutup Buku dan Fungsinya

Anda mungkin sudah tidak asing lagi mendengar istilah “Tutup Buku” , hampir di tiap perusahaan pasti melakukan yang namanya tutup buku ini, namun, tahukah anda apa itu tutup buku? dan apa fungsinya? pada kesempatan kali ini kami akan membahasnya dalam artikel ini.

Pengertian Tutup Buku

Tutup buku adalah suatu kegiatan yang dilakukan di bagian keuangan untuk menutup pelaporan di laporan keuangan pada tiap akhir periode.

Jika memiliki sebuah bisnis pasti anda akan merekam tiap transaksi nya, mulai dari pendapatan, pengeluaran, hingga transaksi operasional dari bisnis anda dalam pembukuan, yang mana nantinya pembukuan ini yang akan menyimpan informasi dalam satu periode.

Nantinya, pada tiap akhir periode akuntansi, semua pembukuan yang sudah dijalankan akan ditutup, nah kegiatan inilah yang dinamakan dengan tutup buku, yang mana jika dirincikan kembali tutup buku adalah kegiatan yang merangkum perolehan hasil akhir dari suatu sistem akuntansi. Yang mana hal ini menandakan bahwa suatu bisnis telah menutup laporan keuangannya pada periode tertentu.

Baca Juga : Mengenal Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Kegiatan Tutup Buku

Pada tutup buku, selain merincikan semua hasil akhir dari proses akuntansi, dilakukan juga aktivitas memindahkan saldo akhir dari suatu periode menjadi saldo awal pada periode yang baru.

Aktivitas tutup buku ini, biasanya dilakukan pada masa satu tahun periode akuntansi, tetapi bisa juga dilakukan tiap bulan periode. Hal tersebut biasanya dilakukan agar membentuk jurnal penyusutan aset serta revaluasi yang tidak mungkin dilakukan pada akhir tahun.

Jika tutup buku ini dilakukan secara bulanan, maka setiap akun laba-rugi ditutup dan dipindahkan ke akun laba-rugi yang sedang berjalan, sedangkan jika ditutup per tahun, laporan laba rugi akan dipindahkan sebagai laba ditahan.

Fungsi Tutup Buku

Kegiatan tutup buku ini memiliki berbagai fungsi untuk sebuah bisnis atau usaha, selain untuk mengetahui posisi saldo akhir dalam satu periode akuntansi, terdapat beberapa fungsi lainnya, antara lain :

1. Fungsi Pelaporan

Fungsi yang pertama adalah fungsi pelaporan yang mana dengan melakukan kegiatan tutup buku ini, perusahaan dapat mengetahui bagaimana keadaan keuanganya dalam satu periode tersebut

2. Fungsi Analisis

Dengan adanya kegiatan tutup buku ini, perusahaan juga menjadi terbantu dalam mengambil sebuah keputusan dengan berdasarkan analisis posisi keuangan dari perusahaan.

Dengan adanya tutup buku perusahaan dapat mengetahui saldo akhir, laba – rugi, nilai aset hingga hutang- piutang dalam periode tersebut.

3. Fungsi Evaluasi

Melakukan proses pembukuan dapat membantu perusahaan mengidentifikasi dari masalah yang menyebabkan hambatan bagi perkembangan usaha.

Perusahaan dapat mengetahui bagian apa saja yang menjadi masalah bagi perusahaan agar dapat di evaluasi dan dilakukan perbaikan pada bagian tersebut.

4. Fungsi Pembentukan

Fungsi yang tak kalah penting dari adanya proses pembukuan ini adalah fungsi pembentukan, yang mana saldo akhir dari tiap periode yang sudah berakhir dapat dijadikan atau dibentuk sebagai saldo awal pada periode yang baru.

Demikian pembahasan kami tentang istilah “Tutup Buku” ini yang biasanya perusahaan lakukan tiap akhir periodenya.

Jika anda mengalami masalah dalam proses akuntansi, pembukuan, perpajakan usaha anda, jangan ragu untuk menghubungi Willson Consultant untuk mendapatkan solusi terbaik untuk segala permasalah bisnis anda.

2 comments

  • Mau tanya..saya masuk kerja tgl 17..sedangkan tutup buku tgl 10..dan gajian tgl 17…apakah itu sah sah saja ???

    Terus berapa jangka waktu max gajian setelah tutup buku ???

    • Hallo,

      Hal tersebut sah sah saja dilakukan, karena tiap perusahaan kemungkinan memiliki sistemnya tersendiri dalam melalukan penutupan buku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *